Evaluasi Tingkat Pengetahuan Peternak dalam Deteksi Birahi Sebagai Determinan Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Potong Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat
DOI:
https://doi.org/10.36626/jppp.v23i1.1505Keywords:
Pengetahuan Peternak, Deteksi Birahi, Inseminasi Buatan, Sapi PotongAbstract
Keberhasilan program inseminasi buatan (IB) pada sapi potong sangat ditentukan oleh ketepatan deteksi birahi oleh peternak sebagai faktor utama dalam manajemen reproduksi ternak. Rendahnya akurasi deteksi birahi berimplikasi pada menurunnya peluang kebuntingan, meningkatnya kejadian kawin berulang, serta pemborosan sumber daya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan peternak sapi potong dalam mendeteksi birahi di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan dikategorikan ke dalam lima tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor pengetahuan peternak mencapai 1.532, yang berada pada kategori tinggi. Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar peternak telah memiliki pemahaman yang relatif baik mengenai deteksi birahi, gejala birahi, waktu pengamatan birahi, lama birahi serta pengetahuan peternak terkait siklus antar birahi.
References
Agustine, R., Widi, T. S. M., & Putra, A. R. S. (2019). Evaluation of farmer knowledge level on artificial insemination program and cow's pregnancy in Central Java and Yogyakarta Provinces. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 387(1), Artikel 012088. https://doi.org/10.1088/1755-1315/387/1/012088
Amidia, L., Hoesni, F., & Rosadi, B. (2021). Analisis keberhasilan inseminasi buatan (IB) ternak sapi berdasarkan karakteristik inseminator di Kabupaten Kerinci. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(2), 467–476. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i2.1458
Arman, C. (2014). Reproduksi ternak. Graha Ilmu.
Astuti, N. M. A. G. R. (2015). Sapi Bali dan pemeliharaannya. Jayapangus Press.
Bonewati, Y. I., Farid, M., Herni, H., Agustan, A., & Hamka, H. (2024). The implication of artificial insemination technology on farmers’ willingness to adopt the beef cattle in Soppeng Regency. Buletin Peternakan, 48(1), 45–53. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v48i1.88828
Campos, Â. P., Miranda, D. F. H., Rodrigues, H. W. S., da Silva Carneiro Lustosa, M., Martins, G. H. C., Mineiro, A. L. B. B., Castro, V., Azevedo, S. S., & de Sousa Silva, S. M. M. (2017). Seroprevalence and risk factors for leptospirosis in cattle, sheep, and goats at consorted rearing from the State of Piauí, northeastern Brazil. Tropical Animal Health and Production, 49(5), 899–907. https://doi.org/10.1007/s11250-017-1255-2
Dawit, G., Paputungan, U., & Podung, A. (2021). Pengetahuan peternak tentang pemahaman keterkaitan gejala birahi dengan keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kecamatan Pinolosian. Zootec, 41(2), 515–524. https://doi.org/10.35792/zot.41.2.2021.36884
Dilla, N. U., Thasmi, C. N., & Hamdan. (2017). Pengetahuan peternak tentang pemahaman keterkaitan gejala berahi dengan keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner, 1(1), 61–77. https://doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i1.3021
Harry, H. P., Gunawan, I., & Fitriana, L. (2026). Tingkat adopsi petani terhadap teknologi inseminasi buatan pada sapi di Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Sungkai, 14(2), 92–109. https://doi.org/10.30606/sungkai.v14i2.4684
Ilahi, R., Anwar, P., & Jiyanto. (2021). Tingkat pengetahuan peternak terhadap reproduksi sapi Kuantan. Jurnal Green Swarnadwipa, 10(4), 668–686.
Kastalani, K., Herlina, H., & Kurniawan, A. (2020). Tingkat keberhasilan IB pada peternakan sapi potong di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya. Jurnal Ilmu Hewani Tropika (Journal of Tropical Animal Science), 8(2), 82–88. https://doi.org/10.31186/jiht.8.2.82-88
Lopes, J. S., Alcázar-Triviño, E., Soriano-Úbeda, C., Ham, M. A., Martínez-Ros, P., González-Bulnes, A., & García-Vázquez, F. A. (2020). Reproductive outcomes and endocrine profile in artificially inseminated versus embryo transferred cows. Animals, 10(8), Artikel 1359. https://doi.org/10.3390/ani10081359
Ma’sum, M., Hubeis, A. V. S., Saleh, A., & Saharjo, B. (2015). Hubungan antara karakteristik internal dan eksternal peternak sapi potong dan adopsi inovasi inseminasi buatan. Jurnal Penyuluhan, 9(1), 25–34. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v9i1.9859
Muhyidin, C. A., Arman, C., & Zaenuri, L. A. (2018). Analisis tingkat pengetahuan, sikap, dan motivasi peternak sapi dalam adopsi teknologi inseminasi buatan di Sumbawa Barat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 6(3), 304–312. https://doi.org/10.33772/jitro.v6i3.8123
Muslimiah, M., Priyanto, R., & Jakaria, J. (2023). The reproductive performance of Bali cows through artificial insemination program in Polewali Mandar Regency, West Sulawesi Province. Hasanuddin Journal of Animal Science, 5(1), 12–21. https://doi.org/10.20956/hajas.v5i1.24877
Nurcholis, N., & Salamony, S. M. (2019). Performans reproduksi sapi lokal yang toleran terhadap iklim di Merauke. Jurnal Peternakan Indonesia, 21(1), 27–33. https://doi.org/10.25077/jpi.21.1.27-33.2019
Pamungkas, Y. T., Rodiallah, M., Handoko, J., Zumarni, Z., & Febriyanti, R. (2024). Efisiensi kinerja reproduksi sapi potong akseptor program inseminasi buatan (IB) di wilayah Kabupaten Kampar. Jurnal Peternakan, 21(2), 192–204. https://doi.org/10.24014/jupet.v21i2.22260
Pello, W. Y., & Mahardika, C. B. D. P. (2020). Pengaruh dan hubungan perilaku peternak terhadap tingkat adopsi inseminasi buatan pada sapi potong. Partner, 25(2), 1435–1442. https://doi.org/10.35726/jp.v25i2.484
Prihatno, S. A., Gustari, S., Kusumawati, A., Budiyanto, A., Setyawan, E. M. N., & Adi, Y. K. (2021). Pengaruh pemberian GnRH pada sapi potong yang mengalami kawin berulang (repeat breeding). Jurnal Sain Veteriner, 39(1), 79–83. https://doi.org/10.22146/jsv.62761
Putra, E. Y., Anwar, P., & Jiyanto. (2021). Identifikasi tingkah laku birahi sapi Kuantan betina plasma nutfah Riau. Green Swarnadwipa: Jurnal Pengembangan Ilmu Pertanian, 10(4), 585–593. https://doi.org/10.36665/jgp.v10i4.432
Röttgen, V., Becker, F., Tuchscherer, A., Wrenzycki, C., Düpjan, S., Schön, P. C., & Puppe, B. (2018). Vocalization as an indicator of estrus climax in Holstein heifers during natural estrus and superovulation. Journal of Dairy Science, 101(3), 2383–2394. https://doi.org/10.3168/jds.2017-13412
Salman, A., & Priyo, T. W. (2019). Variasi status reproduksi pada akseptor inseminasi buatan di Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten. Dalam Prosiding Penyidikan Penyakit Hewan, Rapat Teknis dan Pertemuan Ilmiah (hlm. 112–119). Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.
Samsudewa, D. (2017). Peningkatan pengetahuan peternak tentang empat kunci sukses inseminasi buatan pada sapi perah di KTT Susu Makmur, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 15(3), 99–102. https://doi.org/10.14710/jpkm.v15i3.12345
Udin, Z., Rahim, F., Hendri, H., & Yellita, Y. (2016). Waktu dan kemerahan vulva saat inseminasi buatan merupakan faktor penentu angka kebuntingan sapi di Sumatera Barat. Jurnal Veteriner, 17(4), 501–509. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2016.17.4.501
Utomo, B. N., Dharmayanti, N. I., Saepulloh, M., Adji, R. S., Matitaputty, P. R., & Widjaja, E. (2020). The attitude changes of local farmers toward the introduction of artificial insemination in the extensive of cattle raising in the Seram Bagian Barat District, Maluku Province, Indonesia. Ilomata International Journal of Social Science, 1(4), 176–184. https://doi.org/10.52728/ijss.v1i4.168
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aco Rindamsyah, Ruth Dameria Haloho, Deka Uli Fahrodi, Fauzul Azhimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


