Tata Kelola Rantai Pasok Pangan Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis: Peran Pemerintah Daerah dan SPPG menuju Kemandirian Pangan Berkelanjutan
Keywords:
MBG; rantai pasok pangan lokal; pemerintah daerah; SPPG; ketahanan panganAbstract
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah yang tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status gizi peserta didik, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan pangan lokal dan penguatan ekonomi daerah. Artikel ini bertujuan menganalisis tata kelola rantai pasok pangan lokal dalam program MBG dengan menyoroti peran pemerintah daerah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjamin kontinuitas distribusi serta ketepatan sasaran penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan metode library research atau literature review dengan sumber data sekunder berupa artikel jurnal, regulasi, laporan pemerintah, dan berita resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rantai pasok MBG memerlukan pengaturan yang terintegrasi mulai dari produksi, pengumpulan, pengolahan, hingga distribusi pangan. Pemerintah daerah berperan penting dalam koordinasi lintas sektor, fasilitasi produsen lokal, dan sinkronisasi kebijakan, sedangkan SPPG menjadi simpul operasional yang menentukan mutu, keamanan, dan ketepatan distribusi makanan. Di sisi lain,hambatan utama yang ditemukan meliputi fluktuasi pasokan musiman, keterbatasan infrastruktur logistik, lemahnya sistem informasi, serta fragmentasi kelembagaan. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan penguatan kemitraan dengan pelaku pangan lokal, standardisasi mutu, digitalisasi rantai pasok, dan dukungan regulasi daerah agar MBG dapat berjalan secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan
