Kebijakan Swasembada Beras di Indonesia dalam Menghadapi Ketidakpastian Pangan Global: Tinjauan Sistematis Literatur
Abstract
Sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mewujudkan swasembada beras di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Upaya mewujudkan swasembada beras telah berlangsung dalam beberapa dekade, namun keberlanjutannya kian dipertanyakan mengingat kajian-kajian terdahulu cenderung menganalisis aspek domestik secara parsial tanpa mengintegrasikannya secara komprehensif dengan dimensi-dimensi eksternal yang turut mempengaruhi sistem ketahanan pangan nasional. Studi ini mereview sebanyak 10 artikel ilmiah yang televan dan diterbitkan pada periode 2019–2025, didukung oleh data sekunder BPS tahun 2022–2025, dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan teknik content analysis. Temuan studi mengungkap bahwa pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai program strategis seperti UPSUS Pajale, Perluasan Areal Tanam, dan penguatan peran BULOG yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi beras nasional, terutama pada tahun 2025 yang mencapai 34,69 juta ton. Namun, pencapaian swasembada beras masih terhambat oleh tiga dimensi ketidakpastian global secara simultan, yakni perubahan iklim yang menekan produktivitas lahan, konflik geopolitik yang meningkatkan biaya input pertanian, serta fluktuasi harga pangan internasional yang mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga beras di pasar domestik. Oleh karena itu, keberhasilan swasembada beras tidak cukup diukur dari peningkatan produksi semata, melainkan memerlukan sistem ketahanan pangan yang adaptif, resilien, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai bentuk ketidakpastian global.
