Transformasi Hijau Sistem Peternakan Melalui Pendekatan Nexus Air-Pangan- Energi : TInjauan Sistematis Tentang Perubahan Iklim dan Pengelolaan Sumberdaya Alam Di Kawasan Asia

Authors

  • Prima Yustitia Nurul Islami
  • Andi Alamsyah Rivai
  • Win Ariga Mansur Malonga
  • Erisa Ayu Waspadi Putri
  • Sasi Gendo Sari
  • Wikan Jaya Prihantarto

Keywords:

Nexus Air–Pangan–Energi; Transformasi Hijau; Sistem Peternakan Berkelanjutan; Perubahan Iklim; Pengelolaan Sumber Daya

Abstract

Transformasi hijau sistem peternakan merupakan salah satu strategi utama dalam mewujudkan produksi pangan hewani yang efisien, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, pendekatan Nexus Air–Pangan–Energi (Water–Food–Energy/WFE Nexus) menyediakan kerangka terpadu untuk memahami keterkaitan penggunaan air, energi, pangan, serta pengelolaan sumber daya lingkungan dalam sistem peternakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kajian WFE Nexus pada sistem peternakan di Asia serta mengidentifikasi implikasinya terhadap transformasi hijau melalui tinjauan sistematis terhadap 87 publikasi ilmiah yang diterbitkan selama periode 2000–2024. Kajian dilakukan dengan mengintegrasikan aspek efisiensi penggunaan air dan energi, produktivitas sistem peternakan, perubahan iklim, serta pengelolaan sumber daya lingkungan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa produksi pakan merupakan titik kritis yang paling menentukan efisiensi penggunaan sumber daya dalam sistem peternakan. Variasi karakteristik agroekologi, tipe sistem produksi, dan tingkat kerentanan iklim memengaruhi kinerja nexus air–pangan–energi, terutama terhadap penggunaan air, kebutuhan energi, dan efisiensi konversi pakan. Selain itu, perubahan iklim meningkatkan tekanan terhadap keberlanjutan sistem peternakan melalui peningkatan kebutuhan air, konsumsi energi, dan risiko penurunan produktivitas akibat cekaman panas. Oleh karena itu, transformasi hijau sistem peternakan memerlukan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan efisiensi sumber daya, adaptasi terhadap perubahan iklim, penerapan ekonomi sirkular, serta pengelolaan lingkungan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan peternakan berkelanjutan di Asia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan teknologi hijau dan perumusan kebijakan menuju sistem peternakan yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Published

2026-09-01