TRANSFORMASI HILIRISASI PERTANIAN DAN PETERNAKAN: PERAN SDM PROFESIONAL DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI HIJAU MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN BERKELANJUTAN

Authors

  • Ayuni Eka Putri Larasati

Keywords:

Transformasi, Peternakan dan Pertanian, Teknologi Hijau, Kemandirian Pangan Berkelanjutan, Peran SDM Profesional dan Pengembangan.

Abstract

Dalam bidang peternakan dan pertanian memang membutuhkan hilirisasi yang baik dan tepat sasaran. Hilirisasi dalam bidang peternakan dan pertanian dapat ciptakan lapangan pekerjaan dan memperkuat ketahanan pangan. Kebijakan startegis ini dapat menopang program ketahanan pangan nasional dan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Selain itu, ke depan nya sektor pertanian dan peternakan akan menjadi sektor unggulan yang menopang hidup masyarakat agar tidak kesulitan dalam hal pangan. Tetapi perlunya kerja sama yang diharapkan ini dapat mengatasi kesenjangan pangan pada masyarakat Indonesia. Selain itu, sumber daya manusia akan menjadikan ketahanan pangan ini dengan profesional dan menjadikan pengembangan teknologi hijau menuju kemandirian pangan berkelanjutan. Kemandirian pangan berkelanjutan merupakan kemampuan untuk mengelola pangan yang beragam dari dalam negeri. Sumber Daya manusia pastinya menggerakan roda ekonomi pertanian dan peternakan, sementara teknologi hijau memastikan produksi pangan dilakukan secara efisien, ramah lingkungan dan tangguh menghadapi perubahan iklim. Lebih lanjut, mengenai peran teknologi dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, perannya adalah untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dalam era globalisasi, bidang peternakan dan pertanian pun dapat menjadi fondasi utama dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi untuk menopang hidup masyarakat Indonesia. Teknologi hijau merupakan pentingnya suatu teknologi yang ramahlingkungan dengan berbasis menciptakan teknologi dengan memperhatikan dampaknya. Pengembangan dengan teknologi hijau juga menjadi harapan dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) point 9. "Dengan menerapkan tujuan berkelanjutan, industri berkontribusi dalam mencapai tujuan berkelanjutan. Seperti dibidang air, energi, pertumbuhan ekonomidan lapangan kerja, industri dan fasilitas" Sustainable Manufacturing berkaaitan dengan green manufacture yang memiliki makna "pencapaian nilai ekonomi dalam pengembangan teknologi hijau menuju kemandirianpangan berkelanjutan". Keberlanjutan harus berhubungan dengan menerapkankonsep triple bottom line, dimana aspek lingkungan, ekonomi dan sosial harusterpenuhi dengan optimal. Supaya bidang peternakan dan pertanian bisa berkembangdan bertahan dalam menghadapi persaingan tanpa membuat dampak negatifterhadap lingkungan. Permasalahan lingkungan global yang semakin kompleksmendorong perlunya inovasi teknologi hijau sebagai solusi menuju masa depan yangberkelanjutan. Lebih lanjut, mengenai inovasi teknologi hijau untuk mendukungperkembangan kemandirian pangan berkelanjutan memiliki dampak positif yaitu ketahanan pangan menguat serta pengembangan ekonomi pun semakin membaik.Inovasi teknologi hijau dalam perkembangan kemandirian pangan berkelanjutan pundapat menjadikan peningkatan produktivitas dengan kelestarian lingkungan. Inimencakup praktik seperti pertanian presisi berbasis Internet of Things (IoT) untukefisiensi air dan pupuk, hidroponik/aeroponik, hingga bioteknologi yang menghasilkanbenih tahan iklim. Pernerapan teknologi hijau dalam kemandirian panganberkelanjutan dengan cara memaksimalkan hasil panen, menekan limbah danmenjaga kelestarian ekosistem. Pendekatan ini menyelaraskan aspek ekologi,ekonomi dan sosial untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.Dengan demikian, teknologi hijau menjadi solusi penting dalam mendukung kemandirian pangan, pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di masadepan.

Published

2026-09-01