Analisis Spasial Sumber Daya Lahan untuk Proyeksi Pengembangan Hijauan Pakan Ternak di Wilayah Berlereng: Strategi Tata Ruang Untuk Mendukung Ketahanan Pangan
Keywords:
hijauan pakan, kawasan, pengembangan, spasialAbstract
Program ketahanan pangan nasional memerlukan integrasi yang kuat antara sektor pertanian tanaman pangan dan sub sektor peternakan guna memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein hewani secara seimbang. Keberhasilan subsektor peternakan sangat bergantung pada jaminan ketersediaan sumber hijauan pakan ternak yang kontinu secara kualitas maupun kuantitas. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik dan potensi sumber daya lahan di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, guna merumuskan konsep pewilayahan komoditas terpadu yang mendukung ketahanan pangan berbasis ternak. Teknologi sistem informasi geografis (SIG) dan pendekatan evaluasi lahan digunakan untuk menilai potensi sumberdaya lahan yang selanjutnya diintegrasikan ke dalam format spasial. Hasil analisis spasial untuk wilayah kajian bahwa pola sebaran spasial kawasan potensial untuk budidaya HPT hanya terkonsentrasi di bagian selatan dengan total luas 417.041 Ha (38,47%). Kawasan ini memiliki kelas kesesuaian S3 atau sesuai marginal dengan faktor pembatas utama tingkat kesuburan tanah yang rendah sehingga memerlukan input teknologi di dalam upaya pengelolaannya. Kawasan ini membentuk pola suatu kesatuan hamparan yang tidak terpecah-pecah, yang menjadi
modal strategis dalam efisiensi pembangunan infrastruktur penunjang usahatani. Lebih lanjut, kajian ini menyimpulkan bahwa pemetaan berbasis SIG mampu menyajikan visualisasi data spasial sebagai rekomendasi ilmiah bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan kawasan peternakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
