Kandungan Nutrisi Kulit Kopi Sebagai Pakan Mendukung Sistem Pertanian Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Lokal
Keywords:
kulit kopi, mineral, nutrisiAbstract
Luas areal perkebunan kopi di Lampung mencapai sekitar 152.378-152.512 hektar dengan total produksi kopi mencapai 141.918 ton. Kabupaten penghasil utama kopi meliputi Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan, dan Lampung Utara (Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, 2024). Limbah kulit kopi dihasilkan dari proses pengupasan buah kopi mencapai 40-50% dari bobot buah kopi segar sehingga diperkirakan menghasilkan puluhan ribu ton kulit kopi setiap tahunnya. Sampel kulit kopi diambil dari kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat. Analisis kandungan nutrisi dilakukan melalui analisis proksimat, Acid Detergent Fiber (ADF), Neutral
Detergent Fiber (NDF) dan lignin di Laboratorium Bioteknologi Serpong, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Sedangkan Analisa X-Ray Fluorescence (XRF) untuk kandungan mineral dilakukan di Laboratorium Laboratorium Mineral Terpadu Lampung, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Hasil analisa menunjukkan bahwa rata rata kandungan protein kasar 11,5%; lemak kasar 0,60%; serat kasar 43,07%; abu 7,95%; karbohidrat 23,95%, ADF 52,31%; NDF 53,23% dan Lignin 30,69%. Mineral makro yang teridentifikasi adalah kalsium (Ca) 38,83%; fosfor (P) 1,54%; kalium (K) 47,13% dan sulfur (S) 2,04%. Sedangkan mineral mikro adalah besi (Fe) 5,44%; mangan (Mn) 0,58%; tembaga (Cu) 0,14% serta zink (Zn) 0,07%. Teridentifikasi juga beberapa mineral lainnya seperti silikon (Si) 2,60%; titanium (Ti) 0,59%, rubidium (Rb) 0,38%, stronsium (Sr) 0,32% dan timah (Sn) 0,20%. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit kopi berpotensi tinggi sebagai sumber pakan ternak.
