Implementasi Teaching Factory Terintegrasi untuk Mendukung Hilirisasi Peternakan Berkelanjutan: Studi Kasus di SMKN 1 Bawen
Keywords:
hilirisasi peternakan, pendidikan vokasi, peternakan berkelanjutan, teaching factoryAbstract
Hilirisasi peternakan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah produk peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan usaha. Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung proses hilirisasi tersebut melalui pembelajaran berbasis praktik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan
implementasi Teaching Factory terintegrasi di SMK Negeri 1 Bawen dalam mendukung hilirisasi peternakan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan data produksi pada unit Teaching Factory ayam pedaging, ayam petelur, susu pasteurisasi, dan pupuk organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teaching Factory di SMK Negeri 1 Bawen telah mengintegrasikan kegiatan produksi, pengolahan hasil, pemasaran, dan pemanfaatan limbah peternakan dalam satu ekosistem pembelajaran. Unit ayam pedaging menggunakan kandang close house berkapasitas 4.500 ekor dengan 5–6 siklus produksi per tahun melalui kemitraan dengan industri. Unit ayam petelur
memelihara 200 ekor ayam dengan produksi rata-rata 10–13 kg telur per hari. Hilirisasi produk dilakukan melalui pengolahan susu segar menjadi susu pasteurisasi “Susu Ruminant” dengan produksi rutin sekitar 10 liter, sedangkan limbah peternakan dimanfaatkan menjadi pupuk organik kemasan 1 kg yang dipasarkan kepada masyarakat. Implementasi Teaching Factory tidak hanya meningkatkan
kompetensi teknis murid, tetapi juga mengembangkan keterampilan kewirausahaan, pemasaran, dan pengelolaan usaha peternakan. Dengan demikian, Teaching Factory terintegrasi di SMK Negeri 1 Bawen berkontribusi dalam mendukung hilirisasi peternakan berkelanjutan berbasis pendidikan vokasi.
