Kontribusi Ekonomi Kelompok Wanita Tani Mardi Utomo dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Efisiensi Pengolahan Agribisnis di Desa Podosoko Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang

Authors

  • Rosa Zulfikhar Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, Jalan Magelang-Kopeng KM 7, Tegalrejo, Magelang, Telp. (0274)373479, Kode Pos 56101, Indonesia https://orcid.org/0009-0004-3893-9758
  • Ferdian Achmad Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, Jalan Magelang-Kopeng KM 7, Tegalrejo, Magelang, Telp. (0274)373479, Kode Pos 56101, Indonesia
  • Isnaeni Islami Pasha Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, Jalan Magelang-Kopeng KM 7, Tegalrejo, Magelang, Telp. (0274)373479, Kode Pos 56101, Indonesia

Keywords:

Kelompok Wanita Tani Mardi Utomo, Efisiensi Agribisnis, Ekonomi Pedesaan, Penyuluhan Pertanian, Nilai Tambah

Abstract

Pengembangan agribisnis pedesaan sangat bergantung pada partisipasi aktif organisasi masyarakat tingkat akar rumput, terutama Kelompok Wanita Tani Mardi Utomo. Penelitian ini mengkaji kontribusi ekonomi KWT terhadap pendapatan rumah tangga dan ketahanan pangan, serta faktor penentu yang memengaruhi efisiensi operasional dalam pengolahan hasil pertanian di pedesaan. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif campuran—menggabungkan Participatory Rural Appraisal (PRA), Focus Group Discussion (FGD), dan analisis regresi linear berganda—data dikumpulkan dari komunitas petani pedesaan di Jawa Tengah. Hasil empiris menunjukkan bahwa inisiatif KWT dalam pengolahan hasil pertanian, nilai tambah, dan diversifikasi pendapatan rumah tangga menyumbang lebih dari 38% terhadap peningkatan ekonomi lokal. Selain itu, analisis regresi mengungkapkan bahwa pelatihan keinstitusionalan, akses modal, dan adaptasi teknologi secara signifikan meningkatkan efisiensi pengolahan (p < 0,01). Integrasi layanan penyuluhan pertanian yang terstruktur dan pemberdayaan KWT berfungsi sebagai katalisator penting untuk mencapai ketahanan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan dan mendukung tujuan swasembada pangan nasional.

Published

2026-09-01