Efektivitas Layanan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Vermikompos dalam Meningkatkan Dinamika Perilaku Kelompok Wanita Tani (KWT) Larasati di Desa Kebonagung, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang

Authors

  • Sunarsih Penyuluhan Pertanian, African Night Crawler, Perubahan Perilaku, Limbah Peternakan, Vermikompos, Wanita Tani.
  • Rosa Zulfikhar Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, Jalan Magelang-Kopeng KM 7, Tegalrejo, Magelang, Telp. (0274)373479, Kode Pos 56101, Indonesia https://orcid.org/0009-0004-3893-9758
  • Isnaeni Islami Pasha Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, Jalan Magelang-Kopeng KM 7, Tegalrejo, Magelang, Telp. (0274)373479, Kode Pos 56101, Indonesia

Keywords:

Penyuluhan Pertanian, African Night Crawler, Perubahan Perilaku, Limbah Peternakan, Vermikompos, Wanita Tani.

Abstract

Pengelolaan limbah peternakan masih menjadi tantangan kritis di ekosistem pertanian pedesaan, di mana kotoran sapi yang tidak terkelola sering kali menyebabkan degradasi lingkungan meskipun memiliki potensi nilai sebagai pupuk organik. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas layanan penyuluhan pertanian yang terstruktur terhadap transformasi limbah peternakan menjadi vermikompos memanfaatkan cacing tanah African Night Crawler (Eudrilus eugeniae, ANC) pada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Larasati di Desa Kebonagung, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Desain evaluatif kuantitatif menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design diterapkan pada 32 anggota KWT Larasati yang dipilih secara sensus (saturated sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner psikometrik terstruktur yang mengukur faktor internal sosio-demografi, persepsi, Efektivitas Penyuluhan (EP), dan Efektivitas Perubahan Perilaku (EPP) yang dianalisis melalui analisis garis kontinum skala Likert dan Regresi Linier Berganda. Inisiatif penyuluhan secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan praktis peserta, menghasilkan nilai Efektivitas Penyuluhan (EP) dan Efektivitas Perubahan Perilaku (EPP) secara keseluruhan yang masuk dalam kategori Sangat Efektif (). Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor internal—khususnya umur, tingkat pendidikan formal, dan pengalaman beternak—secara simultan berpengaruh sangat nyata (, ) terhadap persepsi dan adopsi teknologi vermikompos oleh anggota. Secara parsial, pendidikan formal () dan pengalaman beternak () menjadi pendorong utama adopsi perilaku tersebut. Pendekatan penyuluhan partisipatif yang mengintegrasikan demonstrasi langsung dan pembelajaran antar-rekan terbukti efektif menjembatani kesenjangan antara produksi limbah dan pemulihan sumber daya agroindustri yang berkelanjutan pada sistem peternakan rakyat.

Published

2026-09-01