Pemetaan Indeks Risiko Biofisik Lahan Penggembalaan Potensial terhadap Perubahan Iklim di Pulau Sumbawa Berbasis Google Earth Engine

Authors

  • Win Ariga Mansur Malonga
  • Andi Alamsyah Rivai
  • Erisa Ayu Waspadi Putri
  • Prima Yustitia Nurul Islami
  • Sasi Gendo Sari
  • Wikan Jaya Prihantarto

Keywords:

Google Earth Engine, indeks risiko biofisik, lahan penggembalaan, perubahan iklim, Pulau Sumbawa

Abstract

Lahan penggembalaan potensial di Pulau Sumbawa terancam oleh perubahan iklim, namun belum ada kajian komprehensif yang mengukur tingkat risiko biofisiknya ecara spasial berbasis data satelit. Penelitian ini mengembangkan Indeks Risiko Biofisik (IRB) lahan penggembalaan potensial terhadap perubahan iklim di Pulau Sumbawa menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). Enam indikator biofisik dari kerangka risiko IPCC digunakan, terdiri dari tiga indikator keterpaparan (tren suhu permukaan/LST, variabilitas curah hujan, dan frekuensi kekeringan) dan tiga indikator sensitivitas (kondisi vegetasi kemarau/NDVI, kehilangan tutupan padang rumput, dan kemiringan lereng). Data multitemporal dari MODIS, CHIRPS, dan SRTM periode 2014–2023 dianalisis pada 294.551 ha lahan penggembalaan potensial yang teridentifikasi dari kelas tutupan lahan MODIS (open shrublands, woody savannas, savannas, dan grasslands). Setiap indikator dinormalisasi ke skala 0–1 dan dikomposit menjadi IRB dengan bobot sama menggunakan pendekatan interval sama pada skala teoritis 0–1. Nilai IRB berkisar antara 0,13 hingga 0,63 (rata-rata 0,29 ± 0,08), dengan kelas K2 (risiko rendah, IRB 0,20–0,40) mendominasi seluruh kabupaten/kota sebesar 77,9% dari total lahan penggembalaan potensial (229.527
ha). Kabupaten Sumbawa Barat mencatat nilai IRB rata-rata tertinggi (0,342) sekaligus menjadi satu-satunya wilayah dengan zona risiko tinggi (K4 seluas 98 ha) yang didorong variabilitas curah hujan ekstrem (E2 = 0,805). Kota Bima mencatat tekanan biofisik tertinggi dari sisi frekuensi kekeringan (E3 = 0,533) dan tren peningkatan suhu permukaan (E1 = 0,509) dengan IRB rata-rata 0,338. Kelas K4 hanya ditemukan di Kabupaten Sumbawa Barat (98 ha). Hasil ini mengindikasikan bahwa lahan penggembalaan potensial Pulau Sumbawa secara umum berada pada kondisi risiko biofisik rendah, namun memerlukan pemantauan berkelanjutan terutama di Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Published

2026-09-01