Karakterisasi Fitokimia serta Analisis Total Fenolik dan Total Flavonoid Perilla frutescens dan Spinacia oleracea untuk Ketahanan Pangan

Authors

  • Alpredo Christian Sitompul

Keywords:

fitokimia, ketahanan pangan, pangan fungsional, Perilla frutescens, Spinacia oleracea

Abstract

Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga kualitas gizi yang mendukung kesehatan asyarakat. Sayuran daun seperti shiso (Perilla frutescens), baby spinach, dan English spinach (Spinacia oleracea) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fitokimia, menentukan kadar total fenolik dan total flavonoid, serta mengevaluasi potensi ketiga
tanaman tersebut sebagai sumber pangan fungsional yang mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan sampel shiso, baby spinach, dan English spinach yang dibudidayakan di Bedugul, Bali. Sampel diekstraksi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan uji fitokimia secara kualitatif serta analisis total fenolik dan total flavonoid menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan standar asam galat dan kuersetin. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel positif mengandung senyawa
fenolik, flavonoid, terpenoid, steroid, dan alkaloid. Kadar fenolik total tertinggi terdapat pada English spinach sebesar 12,780 ± 0,019 mg GAE/g, sedangkan kadar flavonoid total tertinggi terdapat pada shiso sebesar 4,859 ± 0,029 mg QE/g. Baby spinach memiliki kadar fenolik dan flavonoid yang lebih rendah dibandingkan kedua sampel lainnya. Disimpulkan bahwa shiso, baby spinach, dan English spinach berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dan dapat dikembangkan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini memberikan informasi awal mengenai perbandingan karakteristik fitokimia, total fenolik, dan total flavonoid pada ketiga tanaman yang dibudidayakan di Indonesia.

Published

2026-09-01