Kajian Aplikasi Dosis Feromon Buah Nanas Dengan Fermentasi Bonggol Pisang Sebagai Pemikat Oryctes rhinoceros L Pada Tanaman Menghasikan Kelapa Sawit di Kebun Sawit Rakyat

Authors

  • M. Ilham
  • Arie Hapsani Hasan Basri
  • Mukhtar Yusuf

Keywords:

Bonggol Pisang, Feromon, Kelapa Sawit, Kumbang Tanduk, Nanas

Abstract

Produktivitas tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia masih terkendala
oleh serangan hama, salah satunya kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) yang
dapat menurunkan produksi TBS hingga 60% dan menyebabkan kematian tanaman
hingga 25%. Penelitian ini bertujuan untuk kajian analisis aplikasi dosis feromon alami
berbahan fermentasi sari buah nanas dan bonggol pisang sebagai pemikat kumbang
tanduk pada tanaman menghasilkan di kebun sawit rakyat. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) non faktorial tujuh perlakuan dosis berbeda dan empat kelompok pengulangan,
yaitu: P0 (kontrol), P1 (500 g nanas), P2 (1 kg nanas), P3 (500 g nanas + 0,5 L air
fermentasi bonggol pisang), P4 (500 g nanas + 1 L air fermentasi bonggol pisang), P5
(1 kg nanas + 0,5 L air fermentasi bonggol pisang), dan P6 (1 kg nanas + 1 L air
fermentasi bonggol pisang). Parameter yang diamati meliputi jumlah kumbang tanduk
terperangkap dan jangka waktu ketahanan feromon alami. Data dianalisis
menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji DMRT 5% jika ada perbedaan nyata pada
perlakuan, serta analisis deskriptif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perlakuan kontrol (P0) berbeda nyata dengan perlakuan (P1) dan lainnya, dengan
perlakuan P6 memberikan hasil tertinggi jumlah tangkapan kumbang, yaitu rata-rata
8,50 ekor (7 HSP), 8,00 ekor (14 HSP), dan 9,50 ekor (21 HSP). Jangka waktu daya
ketahanan feromon alami terbaik juga ditunjukkan oleh P6 yang mampu bertahan 10
hari. Hasil ini menunjukkan feromon alami nanas dan bonggol pisang efektif dan
ramah lingkungan sebagai pengendali hama kumbang tanduk.

Downloads

Published

2025-07-10