Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Motivasi Pekebun Dalam Pemanenan Kelapa Sawit di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
Keywords:
motivasi, pekebun, tandan buah segar, standar panen, regresi linear bergandaAbstract
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan
oleh pekebun di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Salah satu tahapan penting
dalam budidaya kelapa sawit adalah pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) yang
apabila tidak dilakukan sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil panen dan
berdampak pada pendapatan pekebun. Dalam hal ini, motivasi pekebun memegang
peranan penting dalam mendorong penerapan standar panen yang tepat. Tujuan dari
pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang
memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan kelapa sawit sesuai
standar panen. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Stabat pada bulan Maret 2025
sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi,
wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya
metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian
menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan kelapa sawit sesuai
standar panen tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 77,81%.
Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi
motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 29,765 + 0,061X1 +
0,161X2 + 1,196X3 – 0,079X4 - 0,0000009128X5 + 0,082X6 + 0,234X7. Uji F
(simultan) menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas umur (X1), pendidikan formal
(X2), luas lahan (X3), pengalaman usahatani (X4), pendapatan(X5), intensitas
penyuluhan (X6) dan sarana dan prasarana(X7) berpengaruh secara simultan
terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan
bahwa variabel (X1), (X2), (X5) dan (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
(Y). Sedangkan variabel (X3), (X4) dan (X6) tidak berpengaruh terhadap (Y).