Effect Of Different Drinking With Dissolved Rosela Flowers On The Bacterial Profil Of Male Quail Gastrointestinal

Authors

  • Roy Valentino Hutasoit Program Studi S1 Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.
  • Sugiharto Sugiharto Program Studi S1 Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.
  • Hanny Indrat Wahyuni Program Studi S1 Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan minum bunga rosela terhadap profil mikroba saluran cerna puyuh jantan. Data yang terkumpul dianalisis varians dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perawatannya menggunakan T1: 2 g rosella diseduh dalam 250 ml air; T2: 3 g rosella diseduh dalam 250 ml air; T3: 4 g rosella diseduh dalam 250 ml air; T4: 5 gr rosella diseduh dalam 250 ml air. Parameter yang diamati adalah jumlah bakteri coliform dan asam laktat (BAL) di usus halus digesta puyuh jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 2 g -5 g bunga rosella yang diseduh dalam 250 ml air dan disajikan sebagai air minum tidak berpengaruh nyata terhadap total bakteri coliform dan asam laktat puyuh jantan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian bunga rosella 2-5 g dalam 250 ml air yang disajikan sebagai air minum selama 24 jam belum mampu menurunkan koliform dan meningkatkan bakteri asam laktat.

References

Barnes H.J, Vaillancourt J.P. & Gross W.B. 2003. Newcastle disease. Dalam : Ibid (Editor). Diseases of Poultry. Edisi ke 11. Iowa State University Press., USA.Hal 631-656

Dewi, E. Khairil dan Mudatsir. 2013. Analisis Potensi Antibakteri Teh Rosela Terhadap Paparan Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) Pada Mencit (Mus musculus). Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. 13(2): 77-85.

Diniyah, N. Setiadji, W. S. Windrati, L. M. Susilo. 2011. Produksi Minuman Fungsional Rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn) dengan

Cara Fermentasi Bakteri Asam Laktat. Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) 2011, 15 — 17 September 2011. PATPI. Hal 173-178.

Dwiyanti, G. dan H. Nurani. 2014. Aktifitas antioksidan teh rosela (Hibiscus sabdariffa) selama penyimpanan suhu ruang. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Pendidiakan Sains IX. Salatiga, 21 Juni 2014. Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. 5 (1): 536-541.

Harianto, M., 2013. Manfaat ekstrak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) Dalam Menghambat Pertumbuhan Plak Pada Mahasiswa FKG USU Angkatan 2012. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatra, Medan. (Skripsi).

Hartadi. H., S. Reksohadiprodjo, S. Lebdosukojo. dan A.D. Tillman. 1980. Tabel-tabel dari Komposisi Bahan Makanan Untuk Indonesia. Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada. Program EFD. Yayasan Rockefeller, Yogyakarta.

Khaksar V., M. V. Krimpen, H. Hashemipour, dan M. Pilevar. 2012. Effects of Thyme Essential Oil on Performance, Some Blood Parameters and Ileal Microflora of Japanese Quail. J. Poult. Sci., 49: 106-110.

Rohdiana, D., D. Z. Arief, M. Somantri. Aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) oleh teh putih berdasarkan suhu dan lama penyeduhan. Jurnal Penelitian Teh dan Kina. 16(1): 45-50.

Rostinawati T. 2009. Aktivitas Antibakteri ekstrak etanol ,bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) terhadap Escheria coli, Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar. Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Jatinangor. (Tesis).

Siswohardjono, W. 1982. Beberapa metode pengukuran energi metabolis bahan makanan ternak pada itik. Institut Pertanian Bogor, Bogor. (Makalah Seminar Fakultas Pasca Sarjana).

Downloads

Published

2018-12-07

Issue

Section

Articles