Pengaruh Penambahan Bungkil Inti Sawit Fermentasi Aspergillus oryzae dalam Pakan terhadap Konsumsi Pakan, Kecernaan Bahan Kering, dan Pertambahan Bobot Badan Ayam Broiler
DOI:
https://doi.org/10.36626/jppt.v8i1.1525Abstract
Bungkil inti sawit dapat digunakan sebagai sumber pakan alternatif untuk ayam broiler karena banyak tersedia di Indonesia, dan dapat diproses dengan teknologi fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak penambahan fermentasi bungkil inti sawit (FBIS) menggunakan Aspergillus oryzae dalam pakan terhadap KcBK, konsumsi pakan, dan PBB ayam broiler. Sebanyak seratus ekor DOC ayam broiler jenis Lohmann dibudidayakan selama 35 hari. Desain Acak Lengkap diterapkan dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor. Perlakuan mencakup kontrol P0 (tanpa FBIS atau 0%), P1 (FBIS 15%), P2 (FBIS 30%), dan P3 (FBIS 45%). Uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test digunakan dalam analisis varians untuk menganalisis data. Variabel meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), konsumsi pakan, dan pertambahan bobot badan (PBB). Hasil memperlihatkan bahwa KcBK dan konsumsi pakan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05), sementara PBB menunjukkan perbedaan yang signifikan (p≤0,05). Perlakuan P1 dan P2 dalam PBB tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05), namun keduanya berbeda signifikan (p≤0,05) jika dibandingkan dengan P0 dan P3. Penambahan bungkil inti sawit yang difermentasi oleh Aspergillus oryzae dalam pakan hingga 30% mampu meningkatkan bobot badan ayam broiler, tanpa dampak negatif terhadap KcBK dan konsumsi pakan.



