Gambaran Darah Sapi Bali Yang Dikandangkan Dan Diumbar Di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari, Papua Barat

Nurhayati Dwi, Isti Widayati, Alnita Baaka, Purwaningsih Purwaningsih, Priyo Sambodo

Abstract


ABSTRAK
Penelitian ini ingin mengetahui apakah ada perbedaan status hematologis antara sapi yang dikandangkan dengan sapi yang diumbar. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 20 ekor sapi bali jantan maupun betina, yaitu 10 ekor sapi yang dikandangkan dan 10 ekor sapi yang diumbar. Pengambilan sampel darah pada vena jugularis, masing-masing sebanyak 3 ml per ekor menggunakan venoject dengan antikoagulan EDTA. Pemeriksaan gambaran darah meliputi: jumlah eritrosit, jumlah leukosit, haemoglobin, hematokrit dan deferensial leukosit. Penghitungan jumlah eritrosit dan leukosit dilakukan dengan metode manual. Kadar hemoglobin diperiksa dengan metode Sahli. Nilai hematokrit ditentukan dengan menggunakan metode mikrohematokrit. Hitung deferensial leukosit dilakukan dengan pembuatan hapusan darah. Data ditabulasi dan dianalisis dengan ANOVA menggunakan SPSS 17. Terdapat perbedaan yang nyata pada jumlah leukosit (2,77±2,27 dengan 7,67±1,32) dan jumlah limfosit (1,71±2,16 dengan 4,88±2,53) antara sapi yang dikandangkan dengan yang diumbar. Nilai monosit (1,09±3,03 dan 1,32±1,29) dan basophil (1,21±3,04 dan 0,8±0,90) mengalami peningkatan dibandingkan normal, baik sapi yang dikandangkan maupun yang diumbar.

Kata kunci: Darah, Sapi Bali, Dikandangkan, Diumbar, Manokwari

 

ABSTRACT
This study aims to determine the difference in hematological status between housing and free roaming Bali cattle. Determination of the sample using purposive sampling technique. The number of samples were 20 male and female Bali cattle. Blood samples were taken from the jugular vein, 3 ml each, using venoject with EDTA anticoagulant. Number of erythrocytes and leukocytes were counted manually. The results of the hemoglobin level examination using the Hb Sahli’s method. Hematocrit value was determined by the microhematocrit method. White blood cell differentiation was performed manually by examining the blood smear under a microscope. The results data were tabulated and analyzed by ANOVA using the SPSS 17 software. There was a significant difference in the number of leukocytes (2.77 ± 2.27 to 7.67 ± 1.32) and the number of lymphocytes (1.71 ± 2.16 to 4.88). ±2.53) between housing and free roaming Bali cattle. The values of monocytes (1.09±3.03 and 1.32±1.29) and basophils (1.21±3.04 and 0.8±0.90) increased compared to normal, both housing and free roaming Bali cattle.

Keywords: Blood, Bali Cattle, Housing, Free roaming, Manokwari


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Handiwirawan E dan Subandriyo. (2002). Potensi dan keragaman sumberdaya genetik sapi Bali. Lokakarya Nasional Sapi Potong. Bogor.

Wiyatna MF, Gurnadi E, Mukidjo K. (2012). Produktivitas sapi peranakan ongole pada peternakan rakyat di Kabupaten Sumedang. Jurnal Ilmu Ternak. 12(2): 22-25.

Ihedioha, J.I, Ugwuja, J.I, Noel-Uneke, O.A, Udeani, I.J, Daniel-Igwe, G. 2012, Reference values for the haematology profile of conventional grade outbred albino mice (Mus musculus) in Nsukka, Eastern Nigeria, ARI, 9(2):1601-1612.

Anwar N. (2015). Pengaruh status istirahat terhadap profil darah sapi bali sebelum pemotongan di RPH Antang Makassar. Universitas Hasanudin, Makassar.

Bunga MYD, Widi AYN, Pandarangga P. 2019. Profil hematologi dan gambaran morfologi darah sapi bali (Bos sundaicus) yang dipelihara di tempat pembuangan akhir alak Kota Kupang. Jurnal Veteriner Nusantara. 2(2): 72-84.

Hardian AB, Nugrahani WP, Rahmawati IP, Megarani DV. (2020). Metode penghitungan eritrosit dan leukosit total pada raptor di Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja. Vet Bio Clin J. 2(2): 11–20.

Hasanah PN, Wandia IN, Soma IG. (2019). Profil darah Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) yang dipelihara secara ex-situ. Indonesia Medicus Veterinus. 8(3): 356-365.

Diparayoga IMG, Dwinata IM, Dharmawan NS. (2014). Total eritrosit, hemoglobin, pack cell volume, dan indeks eritrosit sapi bali yang terinfeksi Cysticercus Bovis, Indonesia Medicus Veterinus, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana.

Hartaningsih N, Sudana G, Malole MBM. 1983. The blood picture of Bali cattle in Bali. Hemera Zoa Indonesian Journal of Animal Science. 71(2): 155-157.

Das SK, Upadhyaya RC, Madan ML. (1999). Heat stress in murrah buffalo calves. Livestock Prod Sci. 61: 71-78.

Dhabhar FS. (2002). A hassle a day may keep the doctor away: stress and the argmentation of immune function. J Integrative and Comparative Biology. 42: 556-564.

Astuti P, Airin CM, Widiyanto S, Hana A, Maheshwari H, Sjahfirdi L. (2014). Fourier trasform infrared as an alternative tool for determaining of stress in cow. J Veteriner. 15(1): 57-63.

Dobson P and Smith RF. (2000). What is stress and how does it affect reproduction. J Animal Reprod Sci. 60: 743-752.

Jelantik IGN, Copland R, Mullik ML. (2008). Mortality rate of bali cattle (Bos sondaicus) calves in West Timor, Indonesia. Proc Aust Soc Anim Prod. 27: 48-49.

Ariana INT, Oka AA, Suranjaya IG, Berata IK. (2018). Peningkatan limfosit, monosit, dan basofil pada sapi Bali yang digembalakan di tempat pembuangan akhir sampah Kota Denpasar. Jurnal Veteriner. 19(1): 109115.

Weiss DJ and Wardrop KJ. (2010). Schalm’s veterinary hematology 6rd Ed.Singapore. Blackwell Publishing Ltd.

Berata IK. (2010). Studi patogenesis penyakit jembrana berdasarkan karakteristik sel terinfeksi pada jaringan limfoid dan darah tepi. Bul Vet Udayana. 2(1): 35-44.

Peinado VI, Celdran JF, Palomeque J. (1999). Basic hematological values in some wild ruminants in captivity. Comparative Biochemistry and Physiology Part A: Molecular & Integrative Physiology. 124: 199-203.

Pilarczyk R, Wójcik J, Czerniak P, Sablik P, Pilarczyk B, Marciniak AT. (2013). Concentrations of toxic heavy metals and trace elements in raw milk of Simmental and Holstein-Friesian cows from organic farm. Environ Monit Assess. 185: 8383-8392.

Soeharsono dan Elvia H. (2010). Hematologi. In: Soeharsono (editor). Fisiologi Ternak, Fenomena dan Nomena Dasar, Fungsi, dan Interaksi Organ pada Hewan. Bandung. Widya Padjadjaran. Hlm. 93-117.

Dharmawan, NS. 2002 .Pengantar Patologi Klinik Veteriner Hematologi Klinik.Penerbit Universitas Udayana. Denpasar.

Price SA and Wilson LM. (2006). Patophysiology Clinical Conceps of Disease Processes. Ed ke-4. Jakarta (ID): Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Frandsond RD. (1993), Anatomi dan Fisiologi ternak, Edisi ke 4, Yogyakarta (ID): UGM Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.