Pengaruh Subtitusi Glukosa Terhadap Warna Dan Kadar Air Madu Multiflora

Novita Dewi Kristanti, AH. Benyamin Foekh, Sri Rahayu

Abstract


ABSTRAK
Kasus pemalsuan madu dengan menggunakan glukosa hampir tidak bisa terdeteksi secara visual, sehingga perlu dilaksanakan kajian lebih lanjut terhadap pengaruh penambahan glukosa terhadap kualitas madu multiflora. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemalsuan madu multiflora dengan menggunakan indikator warna dan kadar air. Penelitian ini menggunakan metode penelitian laboratorium dan menggunakan sampel madu multiflora dengan penambahan glukosa pada kadar yang berbeda dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu arah yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah warna dan kadar air. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Anova single factor dan dilanjutkan dengan Duncan’s multiple range test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 1% dan 5 %. Data warna dan analisis sidik ragam menunjukan bahwa subtitusi glukosa memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap tingkat kecerahan warna. Rataan tingkat kecerahan warna (L*) madu menunjukkan bahwa rataan terendah diperoleh pada perlakuan tanpa subtitusi glukosa yaitu 20,93; sedangkan tingkat kecerahan warna tertinggi diperoleh pada perlakuan subtitusi 90% glukosa yaitu 25,40. Analisis data kadar air dan sidik ragam menunjukan bahwa semakin banyak subtitusi glukosa yang diberikan pada madu multiflora, maka kadar air yang terdapat pada madu semakin rendah. Simpulan dari penelitian ini adalah subtitusi glukosa berpengaruh nyata terhadap warna dan kadar air madu.
Kata kunci : Madu multiflora, glukosa, warna, kadar air

 

ABSTRACT
Cases of adulteration of honey using glucose can hardly be detected visually, so it is necessary to carry out further studies on the effect of addition glucose on the quality of multiflora honey. The purpose of this study was to determine the adulteration of honey by using indicators of color and water content. This study used laboratory research methods and used multiflora honey samples with the addition of glucose at different levels with an experimental design using a one-way Completely Randomized Design (CRD) consisting of 10 treatments and 3 replications. The variables observed in this study were color and moisture content. The data obtained were analyzed using Anova single factor and followed by Duncan's multiple range test (DMRT) with a confidence level of 1% and 5%. Color data and analysis of variance showed that glucose substitution gave a very significant difference (P<0.01) to the level of color brightness. The average level of color brightness (L*) of honey showed that the lowest average was obtained in the treatment without glucose substitution, which was 20,93; while the highest level of color brightness was obtained in the treatment with 90% glucose substitution which was 25,40. Analysis of the water content and variance data showed that the more glucose substitutes given to multiflora honey, the lower the water content in honey. The conclusion of this study is that glucose substitution has a significant effect on the color and moisture content of honey.

Keyword: multiflora honey, glucose, color, moisture content

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Ajlouni, S. and Sujirapinyokul, P. 2010. Volume 119, issue 3. Hydroxymethylfurfuraldehyde and amylase contents in Australian Honey. Melbourne, Australia : Food Chemistry, Elsevier.

Andarwulan, N, Kusnandar, F, Herawati, D. 2011. Analisis Pangan. Jakarta : Dian Rakyat.

Gebremariam, T., Brhane, G. Volume 2, 2347-4289. 2014. Determination Of Quality And Adulteration Effects Of Honey From Adigrat And Its Surrounding Areas. Euthopia : International Journal Of Technology Enhancements And Emerging Engineering Research.

Gojmerac, W. L., 1983. Bees, Beekeeping, Honey and Pollination. Westport USA : Saybrook Press.

Kristanti, D. N., Al-Awwaly., K. U., dan Susilo, A. 2018. Kajian Kualitas Madu dengan Penambahan Glukosa Ditinjau dari pH, Tingkat Kemanisan, Aktivitas Enzim Diastase dan Hidroxy Methyl Furfural buku 3. Prosiding Seminar Nasional PAPTI 2017 : Peran Ahli Teknologi Pangan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional. Diakses dari http://thp.fp.unila.ac.id/2018/06/06/prosiding-seminar-nasional-patpi-2017/

Pomeranz, Y. And C.E. Meloan Pp. 430 – 448. 1994. Refraxtometry and Polarimetry. New York : Food Analysis.

Sarwono, B., 2007, Lebah Madu. , Jakarta Selatan : Agro Media Pustaka

Sihombing, D. T. H., 2005. Ilmu Ternak Lebah Madu. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

SNI – 01 – 3545 – 2004. 2004. Madu. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

SNI – 01 – 3545 – 2013. Madu. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional Indonesia. Sumarlin, L. O., Muawannah. A., Wardani. P. dan Masitoh. Vol 19 (3) : 136 – 144. 2014. Aktivitas Antikanker dan Antioksidan Madu di Pasaran Lokal Indonesia. Bogor : Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, IPB. Suranto A. 2004. Khasiat & Manfaat Madu Herbal. Tangerang : Agromedia Pustaka,.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.